Tuesday, February 23, 2010

Chikungunya

Mungkin masih nama yang asing nama Chikungunya di telinga kita. Chikungunya dalam bahasa Swahili memiliki arti sakit sendi sehingga jalan tertatih. Penyakit yang berasal dari Afrika tetapi penyakit telah ada di Asia juga Indonesia.
Penyakit Chikungunya, seringkali mengacaukan diagnosa antara penyakit dengue atau demam berdarah karena memiliki gejala yang hampir mirip.

Di Afrika, penyakit Chikungunya dikenal dengan berbagai nama berbeda termasuk demam Onyong-Onyong yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes.

Perbedaan Penyakit Chikungunya dan Penyakit Demam Berdarah
Demam
- Dengue dikenal dengan demam 7 hari dengan masa kritis hari ke-4 hingga 6.
- Chikungunya merupakan demam yang berlangsung selama 7 hari, disertai dengan adanya mengigil dan sakit tenggorakan serta nyeri sendi pada sendi-sendi kecil, jari, lengan dan kaki..

Gejala demam tidak berbeda dengan dengue, perbedaan yang sangat signicant adalah adanya nyeri otot terutama sendi seperti rematik, sakit kepala, mata silau karena radang konjungtiva dengan komplikasi terutama pada anak-anak berupa radang otak dan selaput otak.

Seperti halnya dengue yang punya 4 tipe maka Chikungunya terdapat 3 jenis dan mereka yang telah menderita satu tipe akan kebal terhadap tipe yang bersangkutan.

Test untuk mengetahui Chikungunya
- Dengan dengan mengukur IgM(zat kekebalan tubuh).

Pencegahan
- Sama dengan dengue dengan mencegah perkembang biakan nyamuk Aedes.

Pengobatan hampir sama dengan Aedes,
- Asupan cairan yang cukup dengan oralit paling tidak 3 liter/hari atau apabila tidak bisa minum cairan infus berupa cairan Ringer Lactate dapat diberikan
- Untuk demam diberikan Panadol dan nyeri otot Diclophenac
- Jangan diberikan aspirin karena akan menimbulkan penurunan trombosit.
- Istirahat

Juga seperti halnya Dengue penderita selama masa demam dapat menularkan kepada yang lain melalui gigitan nyamuk karena itu hindarkan air bersih yang tergenang.

No comments:

Post a Comment